reuni akbar mmp mma pga islam pati

Ass.

Pada hari Ahad 2 Sepetember 2012 M/15 Syawwal H dilaksanakan Reuni AKbar alumni MMP MMA PGA Islam Pati th 1974 s/d 1983 yang bertempat di rumah Bp. Sudarso desa Sriwedari Kec. Jaken Pati. Personil yang hadir diperkirakan 100 orang dari jumlah undangan kuran lebih 200 orang.

Acara berlangsung dengan baik dan   lancar, walaupun suasana agak panas karena terik matahari di musim kemarau tahun ini.

Rencana ke depan Reuni serupa akan diadakan dua tahun lagi yang bertempat di rumah Bapak Karnawi Desa Badegan Kec. Margorejo Pati.

Dimohon kepada seluruh alumni untuk bisa memberikan saran dan masukan demi kemajuan dan kesempurnaan organisasi.

wass.

UNDANGAN REUNI 2012

                 UNDANGAN REUNI

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّ حِيمِ

‌‌

“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali silaturahminya”(HR.Bukhari Muslim)

 

“Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya, dan dipanjangkan umurnya,

maka hendaklah bersilaturahmi.” (HR. Bukhari Muslim) 

 

                                                                                      Kepada Yth.

                                                                                Bapak/Ibu/Saudara/i


                                                                                Di Tempat

==============================================================================================

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan begitu banyak nikmat-Nya kepada kita. Salawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah saw, sahabat dan keluarganya.

Panitia Reuni Alumni MMP, MMA & PGA Islam Pati angkatan 1974 s/d 1983, mengharapkan dengan hormat kehadiran Bapak/Ibu/Saudara/i  pada acara Reuni  yang akan diselenggarakan pada:

          Hari/Tanggal : Ahad / 2 September 2012

          Pukul              : 08.00-12.00 WIB

          Tempat           : Rumah Bpk. Suroso Ds. Sri Wedari Kec. Jaken Kab. Pati

Besar harapan kami Bapak/Ibu/Saudara/i dapat hadir pada acara Reuni tersebut untuk meningkatkan ukhuwah atau persudaraan di antara kita. Terimakasih atas kehadirannya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh

                                                                                                                                                                  PANITIA

Hidup adalah Perjuangan

HIDUP ADALAH PERJUANGAN

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنفُسِهِمْ
inna Allaha la yughayyiru ma biqawmin hatta yughayyiroo ma bianfusihim
Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, sehingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri. (QS. Ar-Ra’d: 11)

Hidup ini penuh perjuangan. Tidak ada kesuksesan yang diraih tanpa perjuangan, tidak ada keberhasilan hidup tanpa peluh, keringat, dan air mata. Bahkan, Thomas Alva Edison berkata, “Kesuksesan adalah 1% kegeniusan dan 99% adalah kerja keras.” Semakin kita merasakan perjuangan hidup, semakin dekat pula penemuan kita akan makna kehidupan yang sesungguhnya.

Seorang Muslim yang memiliki cara pandang optimistis dan meletakkan perjuangan hidup sebagai bagian dari dinamika hidup yang bergulir, akan melihat bahwa setiap hari hidup akan semakin berisi dan berarti. Ibarat sekuncup teh, hanya akan mengeluarkan sari ketika diseduh dan dimasukkan ke dalam air panas. Demikian pula hidup manusia, terkadang harus masuk dalam panas serta getirnya kehidupan, baru mengeluarkan makna kehidupan yang sesungguhnya.
Kita bisa menarik sedikit proses pembelajaran dari seekor rusa. Ketika seekor anak rusa dilahirkan induknya ke bumi, ia langsung dibanting ke tanah dan mendapati udara dingin, tanah kasar, dan angin kencang. Sungguh suatu keadaan yang belum pernah dirasakan oleh anak rusa ketika berada dalam perut induknya. Anak rusa tetap berharap, sang induk dapat melindunginya ketika ia baru lahir. Namun, tidak demikian dengan keadaannya sekarang, malah sang induk menendangnya hingga berguling-guling ke tanah.
Anak rusa itu merasa kaget bukan main atas tindakan induknya, tetapi belum sempat kekagetan itu hilang, ia sudah ditendang lagi oleh induknya, tendang lagi, dan ditendang lagi. Segera ia sadar bahwa kalau sedikit saja terlambat untuk bangun dan berdiri, sang anak akan segera ditendang induknya. Akhirnya, ia segera bangkit dan berlari menghindari tendangan induknya, berlari dan berlari. Sang induk pun tersenyum bangga melihat anaknya yang baru lahir mampu berdiri dan berlari.
Mungkin pembelajaran yang diberikan sang induk terkesan kasar. Namun, kita bisa mengambil hikmah bahwa binatang buas paling suka menyantap anak rusa yang baru lahir. Itulah sebabnya, induk rusa tidak menginginkan anaknya yang baru lahir, mati sia-sia tanpa perjuangan.
Itulah kehidupan. Ketika saya membaca buku-buku kisah para sahabat Rasul, saya menemukan bahwa kesalehan, kekuatan, karya-karya dan prestasi besar yang bermanfaat bagi umat di muka bumi, dilakukan dengan penuh perjuangan dan kerja keras. Salah satu yang mengesankan hati saya adalah ketika membaca kisah Abu Hurairah RA., seorang periwayat hadits yang akrab dengan kelaparan.
Tokoh kita ini biasa berpuasa sunah tiga hari setiap tengah bulan hijriah, mengisi malam harinya dengan membaca Al-Qur’an dan shalat tahajud. Akrab dengan kemiskinan, dia sering mengikatkan batu ke perutnya, guna menahan lapar. Dalam sejarah ia dikenal paling banyak meriwayatkan hadits. Dialah Bapak Kucing Kecil (Abu Hurairah), begitu orang mengenalnya.
Abu Hurairah RA. adalah sahabat yang sangat dekat dengan Nabi. Ia dikenal sebagai salah seorang ahli shuffah, yaitu orang-orang papa yang tinggal di pondokan masjid (pondokan ini juga diperuntukkan buat para musafir yang kemalaman). Begitu dekatnya dengan Nabi, sehingga beliau selalu memanggil Abu Hurairah RA. untuk mengumpulkan ahli shuffah jika ada makanan yang hendak dibagikan.
Abu Hurairah RA. adalah salah seorang tokoh kaum fakir miskin. Abu Hurairah RA. sering lapar ketimbang kenyang. Ia sosok yang teguh berpegang pada sunah Nabi. Ia kerap menasihati orang agar jangan larut dengan kehidupan dunia dan hawa nafsu. Ia tak membedakan antara kaum kaya dan kaum miskin, petinggi negeri atau rakyat jelata dalam menyampaikan kebenaran. Ia pun selalu bersyukur kepada Allah dalam keadaan susah dan senang.
Di Madinah, ia bekerja serabutan, menjadi buruh kasar bagi siapa pun yang membutuhkan tenaganya. Acap kali dia harus mengikatkan batu ke perutnya guna menahan lapar yang amat sangat. Menurut shahibul hikayat, ia pernah kedapatan berbaring di dekat mimbar masjid. Gara-gara perbuatan aneh itu, orang mengiranya agak kurang waras. Mendengar kasak-kusuk di kalangan sahabat ini, Nabi segera menemuinya. Abu Hurairah RA. bilang, ia tidak gila, hanya lapar. Lalu Nabi pun segera memberinya makanan.
Sejak menikah, Abu Hurairah RA. membagi malamnya atas tiga bagian: untuk membaca Al-Qur’an, untuk tidur dan keluarga, dan untuk mengulang-ulang hadits. Ia dan keluarganya meskipun kemudian menjadi orang berada tetap hidup sederhana. Ia suka bersedekah, menjamu tamu, bahkan menyedekahkan rumahnya di Madinah untuk pembantu-pembantunya.
Di Kota Penuh Cahaya (Al-Madinatul Munawwarah) ini pula, ia mengembuskan napas terakhir pada 57 atau 58 H. (676-678 M.) dalam usia 78 tahun. Meninggalkan warisan yang sangat berharga, yakni hadits-hadits Nabi, bak butiran-butiran ratna mutu manikam, yang jumlahnya 5.374 hadits.
Akhirnya, saya teringat sebuah pepatah tua yang mengatakan, “Ada kemungkinan, setelah Anda berusaha keras Anda tetap tidak berhasil. Tetapi tidaklah mungkin untuk mendapatkan hasil apa pun tanpa pernah mau bekerja keras.” Sikap pantang menyerah mencerminkan karakter kegigihan yang membuat seseorang dapat mencapai segala tujuan yang dicita-citakan. Kesuksesan dapat digambarkan sebagai suatu proses menghadapi setiap permasalahan, bertahan untuk mencapai tujuan, berusaha tanpa mau menyerah, dan akhirnya mencapai tujuan yang diinginkan.

Pada suatu ketika, ada seorang pemuda yang datang menemui orang suci dan berkata, “Guru, saya adalah orang yang cepat marah, tolong doakan agar saya dapat lebih sabar.” Sambil tersenyum, sang guru mengajak anak muda ini untuk berdoa, dalam doanya, orang suci itu bertutur, “Tuhan, berikanlah anak muda ini mulai besok pagi masalah yang sulit, dan juga pada siang hari hal-hal yang lebih sulit lagi, dan pada malam hari juga….” Si anak muda dengan cepat menarik lengan orang suci tersebut dan berkata, “Guru, bukan itu yang saya minta….” Namun, sang guru terus berdoa kepada Tuhan untuk memberikan hal-hal yang sulit bagi anak muda itu.

Setelah selesai dia berkata, “Untuk menjadi sabar, Anda harus diuji oleh hal-hal yang sulit. Tanpa itu semua, niscaya Anda tidak akan menjadi seorang yang sabar.” Intinya, dibutuhkan daya tahan yang tinggi untuk dapat lulus menjadi seorang juara.***
[Ditulis oleh USEP SAEFUROHMAN, Koordinator Umum Kajian Ilmu Muslim Muda (KIMM) Kabupaten Bandung, pegiat Kajian Islam Ilmiah Pemuda Yayasan Pesantren Islam (YPI) Bandung. Tulisan disalin dari Harian Umum "PIKIRAN RAKYAT" Edisi Jumat (Manis) 1 Juni 2012 / 11 Rajab 1433 H. pada Kolom "RENUNGAN JUMAT"]

Persahabatan

PERSAHABATAN YANG TULUS

Abu Sulaiman Darami berkata, “Jangan sekali-kali engkau bersahabat kecuali salah satu dari dua macam ini. Pertama, orang yang dapat engkau ajak bersahabat dalam urusan duniamu dengan jujur. Dan, kedua orang yang karena bersahabat dengannya engkau memperoleh kemanfaatan untuk urusan akhiratmu.”

Islam sangat menjunjung tinggi persahabatan. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW. : “Tidakkah engkau beriman sehingga engkau mencintai sesama saudaramu sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri.” Wujud refleksi cinta bukan hanya dalam sikapnya untuk selalu membela sesama saudaranya, tetapi tampak pula dari tutur katanya yang lemah lembut, caranya bicara yang sangat waspada. Dia takut apabila ada orang lain tersakiti hatinya karena lidahnya, walau dalam bercanda atau senda gurau sekalipun. Lihatlah tanda-tanda persaudaraan itu; ketika kita memberi sesuatu maka dia akan menerimanya dengan rasa haru. Ketika kita dalam kesulitan, dialah orang pertama yang menawarkan diri untuk meringankan beban. Ketika dalam kegelapan, dialah manusia paling merasa bersalah karena merasa tidak memberikan pelita.

Penderitaannya bukanlah karena dirinya lapar atau sakit merintih dalam rasa nyeri. Penderitaan yang dia rasakan adalah ketidak berdayaannya ketika melihat saudaranya kedinginan mengerang kelaparan; menanggung beban hidup berkepanjangan. Kebahagian baginya adalah apabila dia bisa bagaikan cahaya yang menerangi sekitarnya.

Renungkanlah, ketika Rasulullah SAW. menjerit karena sakit yang tak tertahankan tatkala malaikat mencabut nyawa Beliau. “Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku.” Tubuh Rasulullah SAW. mulai dingin, kaki dan dada beliau sudah tak bergerak. Bibir beliau bergetar seakan hendak menyampaikan sesuatu. Saydina Ali bin Abi Thalib RA. segera mendekatkan telinga beliau. “Uushikum bishshalati, wa ma malakat aimanukum (peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah diantaramu).” Puteri kesayangan beliau, Sayyidatina Fatimah az-Zahra, menutupkan tangan ke wajahnya, sementara Saydina Ali bin Abi Thalib RA. kembali mendekatkan telinga ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan, “Ummatii, ummatii, ummatii (umatku, umatku, umatku),” bisik Rasulullah SAW.

Begitulah ketulusan cinta Rasullah SAW. kepada kita. Di antara sakaratul maut Beliau, kita sebagai umat yang pertama kali diingatnya. Betapa ikhlasnya perjuangan dan pengorbanan Rasulullah SAW.; hanya berharap dapat memberikan kebaikan yang terbaik bagi kita. Sebagai umatnya, sudahkah kita bisa dengan tulus mengasihi sesama, seperti dicontohkan Beliau ?

Lihatlah sekeliling kita; banyak nian sahabat bahkan kawan-kawan kita yang masih akrab dengan kesulitan hidup bahkan hanya untuk berteduh pun, mereka tak punya tempat yang pantas dan layak. Akankah kita berdiam diri dan menutup mata dengan realitas kehidupan seperti ini…?

Wallahu A’lam Bish-Shawab.

[Disalin dari Buletin Da'wah "AL-FATIHAH" Edisi 270 Tahun ke-7 (2010 M/ 1431 H)]

Rapat Pembentukan Pnitia Reuni th 2012

Assalamu’alaikun wr.wb.

Alhamdulillahi rabbil a’lamiin, wssholatu wassalaamu ala sayyidina Muhammadin SAW. wa’ala aalihi wshohbihi ajamai’in.

Sahabat-sahabat yang dirahmati Allah,

Rapat pembentukan panitia Reuni Alumni MMP,MMA, PGA Islam Pati tahun 2012 dilaksanakan:

Hari/Tgl.     :  Ahad/10 Juni 2012

Tempat        : KB-TK ANNUR Semarang milik salah seorang sahabat kita alumni PGA Islam Pati)

dihadiri oleh kurang lebih 25 orang dari perwakilan alumni tahun 1974 s/d 1982.

Adapun salah satu keputusan penting rapat tersebut adalah  masalah tempat penyelenggaraan Reuni yang disepakati yaitu di rumah Bapak Suroso, Jaken Pati.

Demikian sekilas info saat ini semoga bermanfaat, amiin.

Wassalamu’alaikum wr.wb.